Kamis, 28 Mei 2015



WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access)
adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.
Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.
Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA.
Spektrum Frekuensi WiMAX
Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.
WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.
Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi WiMAX sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz.
Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi interferensi terutama di sisi satelit.
Tinjauan Teknologi
WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.
Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.
Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.
Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.
Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n.

https://wahyuprasetyo89.wordpress.com 29/05/2015 9:28



Wi-Fi dan Perkembangannya
Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11.
WI-FI merupakan istilah yang diberikan untuk sistem wireless LAN yang menggunakan standar 802.11 yang ada saat ini. Istilah WI-FI diciptakan oleh sebuah organisasi bernama WI-FI alliance yang bekerja menguji dan memberikan sertifikasi untuk perangkat-perangkat WLAN. Perangkat wireless diuji berdasarkan interoperabilitasnya dengan perangkat-perangkat wireless lain yang menggunakan standar yang sama. Setelah diuji dan lulus, sebuah perangkat akan diberi sertifikasi “WI-FI certified”. Artinya perangkat ini bisa bekerja dengan baik dengan perangkat-perangkat wireless lain yang juga bersertifikasi ini. Pada awalnya, sertifikasi WI-FI hanya diberikan pada perangkat wireless yang bekerja pada standar 802.11b.
          
Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan kebebasan, karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda Wi-Fi Hot Spot.
WiFi adalah suatu rangkaian produk yang didesain untuk penggunaan teknologi Wireless Local Area Networks (WLAN) berdasarkan standar spesifikasi IEEE802.11 yang mampu menyediakan akses internet dengan bandwidth besar, mencapai 11 Mbps. Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu: 802.11a, 802.11b, 802.11g, and 802.11n. Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005. Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama. Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut: Channel 1 – 2,412 MHz; Channel 2 – 2,417 MHz; Channel 3 – 2,422 MHz; Channel 4 – 2,427 MHz; Channel 5 – 2,432 MHz; Channel 6 – 2,437 MHz; Channel 7 – 2,442 MHz; Channel 8 – 2,447 MHz; Channel 9 – 2,452 MHz; Channel 10 – 2,457 MHz; Channel 11 – 2,462 MHz Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLANs (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah nama dagang (certification) yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (Internet) yang bekerja di jaringan WLANs dan sudah memenuhi kualitas interoperability yang dipersyaratkan.
Teknologi Internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN). Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Wi-Fi sudah sangat populer di luar negeri. Amerika Serikat adalah salah satu negara yang paling berhasil memasyarakatkan Wi-Fi. Bahkan, beberapa PDA di Amerika Serikat dirancang secara khusus dengan modul Wi-Fi terintegrasi. Oleh karena kemudahan koneksi, reliabilitas, dan kecepatannya, Wi-Fi tampak cukup berhasil. Penggunaan hubungan nirkabel (wireless) sampai saat ini mengandalkan gelombang elektromagnetik, baik berbentuk gelombang radio maupun cahaya.
Di awal 1990-an, ketika teknologi nirkabel masih belum terlalu berkembang, beberapa organisasi, mulai dari bank sampai keperguruan tinggi, sempat memanfaatkan modem optik berbasis sinar laser untuk menghubungkan dua lokasi yang terpisah secara line-of-sigth. Jarak di antara kedua lokasi ini maksimal tidak lebih dari beberap ratus meter. Bandwidth yang dicapai bisa sampai 10 megabit per detik. Gangguan terjadi bila hujan turun atau bila polusi debu demikian buruknya, sehinggga sinar laser terhalang jalannya.
Teknologi telah jauh berkembang sejak saat itu. Komunikasi data melalui gelombang cahaya umumnya beralih dari transmisi di udara bebas ke transmisi melalui serat optik. Penurunan harga kabel optik dan peralatan terkaitnya sangat menolong peningkatan popularitasnya pada aplikasi-aplikasi point-to-point yang memerlukan bandwidth tinggi dan jarak jangkau teknologi ini sudah semakin jauh dan pemanfaatannya sebagai pengganti copper-links semakin popular.
Dalam bentuknya yang kini tersedia, teknologi nirkabel telah semakin baik untuk penggunaan jarak-dekat. Mulai dari Bluetooth sampai ke Wi-Fi, produk-produknya semakin membanjiri pasar. Bukan saja penggunaannya semakin mudah, harga dan kapasitasnya pun semakin baik. Bila teknologi kabel berkembang dari jarah dekat ke jauh, teknologi nirkabel berkembang dari jarak jauh ke dekat.
Masalah pengelolaan dan penggunaannya menjadi sangat sederhana, sedemikian rupa sehingga tidak memerlukan latihan khusus. Ketersediaan di pasar bebas juga semakin baik, dan dengan cepat dipadukan dengan spectrum produk teknologi informasi dan komunikasi, mulai dari PDA (Personal Digital Assistant), komputer pangku (laptop computer) sampai ke server yang melayani kemudahan komputasi di gedung-gedung perkantoran, hotel dan bahkan mal-mal perbelanjaan.
Kaitan yang ingin disoroti disini adalah bagaimana kendala otoritas telekomunikasi dalam penggunaan teknologi nirkabel, khususnya yang menyangkut strategi frekuensi radio, alokasinya perizinannya dan pemantauan serta pengawasannya. Dengan spectrum yang sangat luas, pengelolaan frekuensi radio menjadi sangat sentral bagi arah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di setiap negara. Justru hal inilah yang membuat musykil, di samping menarik untuk di simak karena implikasinya yang sangat serius dalam kehidupan bangsa dan negara. Spectrum frekuensi yang sangat luas ini menyentuh alat-alat rumah tangga, telepon genggam, sampai kepada siaran televisi yang dipancarkan langsung melalui satelit diangkasa.
Tingginya animo masyarakat khususnya di kalangan komunitas Internet menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel. Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot. Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat. Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia. Mewabah Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing. Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe –seperti Kafe Starbuck dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Mister Bean Coffee di Cilandak Town Square dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas. Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).
Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003). Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.
Contoh : di Yogyakarta, dari sekitar 240 warung internet di sana, sekitar 120 di antaranya telah memanfaatkan frekuensi 2,4 GHz. Salah satunya warnet perpustakaan UGM. Mereka juga menyebarkan data internet ke warnet lain di sekitarnya yang berminat. Sejumlah warnet di Yogya juga membentuk jaringan lokal antarwarnet memakai frekuensi 2,4 GHz. Mereka memilih satu warnet induk yang bertugas meneruskan data dari ISP ke antena warnet anggotanya. Konsumen nantinya juga diuntungkan karena biaya akses internet dari warnet akan semakin murah. Penggunaan frekuensi 2,4 GHz yang bebas biaya ini memang menguntungkan para pengusaha warnet. Mereka tidak perlu membayar pulsa telepon saat mengakses internet. Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama. Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz.
Tujuh perusahaan membentuk Indonesian Wi-Fi Consortium (IWC) untuk mengembangkan wireless local area network (WLAN) bagi keperluan public dengan target membangun 10 hotspot hingga akhir. Konsorsium itu terdiri dari PT Acer Indonesia, PT Cyberindo Aditama (CBN), Cisco Systems Indonesia, PT Intel Indonesia, PT Microsoft Indonesia dan PT Jaring Semesta Infosolusi (Polaris|NET), didukung PT Elexmedia Komputindo. Tjahja Suprapto, wakil IWC dari PT Jaring Semesta Infosolusi, menjelaskan pembentukan organisasi ini bertujuan mengedukasi masyarakat sekaligus mengembangkan pasar Wi-Fi untuk keperluan publik di Tanah Air. "Memang ada model bisnisnya, tetapi fokus kami. saat ini adalah bagaimana Wi-Fi diterima denganbaik sebab pemerintah pun belum menentukan regulasi yang pasti mengenai Wi-Fi ini," tuturnya usai peluncuran konsorsium. Konsorsium sudah membangun total enam hotspot di Jakarta sehingga dengan proyek ini mereka ditargetkan memiliki 16 hotspot di Ibukota hingga akhir tahun ini yang seluruhnya berlokasi di kafe-kafe strategis.

Sumber : Arif_Jupy  29/05/2015 8:05 
PERKEMBANGAN BLUETOOTH
Bluetooth dalam perkembangannya telah melakukan banyak perubahan mulai dari v1.0 samapi v4.0. versi awal yaitu v1.0 dan v1.0B mengalami kegagalan karena perangkat dan teknologi yang belum begitu banyak digunakan

-          Bluetooth versi 1.1 dan 1.2
Menunjukan perbaikan dengan disahkan sebagai standar IEEE Standar 802.15.1-2002, namun masih terdapat kekurangan yang seperti versi sebelumnya. Bluetooth v1.2 mengalami kesuksesan  untuk teknologi wireless. Versi ini memiliki kecepatan 721 Kbit/s.

-          Bluetooth versi 2.0 + EDR
Bluetooth v2.0 + EDR ini diperkenalkan pada tahun 2004. Versi ini menggunakan teknologi Enchanced Data Rate (EDR) yang medukung kecepatan transfer data hingga 3Mbit/s, meskipun pada prakteknya kecepatan hanya 2,1 Mbit/s.

-          Bluetooth versi 2.1 + EDR
Setelah 3 tahum peluncuran v2.0 + EDR, SIG meluncurkan Bluetooth v2.1 + EDR yang mendukung penuh kompabilitas terhadap versi sebelumnya. Dengan menggunakan teknologi Secure Simple Pairing (SSP) yang meningkatkan kemampuan pengiriman dan penerimaan sinyal antar perangkat. Versi 2.1juga memperkenalkan fitur Extended Inquiry Response (EIR) yang memberikan informasi sebelum pairing dengan perangkat lain. Teknologi ini memungkinkan penyaringan yang lebih baik sehingga dapat menghemat penggunaan daya.
-          Bluetooth versi 3.0 + HS
Bluetooth v3.0 + HS diperkenalkan pada 21 April 2009 yang mempunyai kecepatan hingga 24 Mbit/s. Pada versi 3.0 + Hs ini link Bluetooth hanya digunakan untuk pairing dan mpembentukan jalur akses data, sementara pengiriman dan penerimaan data menggunakan link wireless 802.11 (seperti wifi). Fitur baru dari v3.0 + Hs ini adalah Alternate MAC/PHY (AMP) yang memberikan dukungan link 802.11 untuk transfer data lebih cepat. (HS pada versi ini merupakan singkatan High Speed yang melalui penggunaan link 802.11).

-          Bluetooth versi 4.0
Pada versi 4.0 ini teknologi dengan penggunaan daya rendah menjadi bahasan utama. Bluetooth Low Energy (BLE) adalah teknologi terbaru yang terdapat di v4.0 ini. Dengan konsumsi daya yang kecil, waktu pemakaian yang lebih lama, biaya produksi yang rendah, jangkauan yang lebih besar serta kecepatan hingga 1Mbit/s mejadi keunggulan Bluetooth v4.0 ini. BLE tidak digunakan pada semua perangkat oleh karena itu Bluetooth v4.0 menggunakan teknologi Dual Mode, yaitu mengaktifkan dua tipe wireless. Koneksi wireless Bluetooth Classic yang masih banyak digunakan pada perangkat yang ada dan BLE sebagai standar baru penggunaan koneksi wireless.


Kamis, 05 Februari 2015

mengenal komputer lebih jauh :))

S I S T E M   O P E R A S I adalah perangkat lunak yang bertugas untuk mengatur mengendalikan perangkat keras dan memberikan kemudahan untuk memakai dlmmenggunakan komputer

K A R N E L adalah perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi

S H E LL adalah program (penterjemah pemerintah) penjabatani user dengan sistem operasi dalam hal ini karnel (inti dari sistem opersi)

SOFTWARE OPEN SOURCE adalah sebuah software yang dapat di miliki dg scara mengampil / mendownload secara gratis di internet yang kode softwareenya dapatr di publikasikan  ke publik atau pengguna internet
contoh
-linuk                                      -audecity
-mozila firefox                         -vidioLAN
-openoffice                             -BLENDER



Kamis, 08 Januari 2015

membuat TABEL

Sekarang saatnya kita belajar bagaimana membuat table di HTML. Kita mulai dengan table yang sederhana dulu hingga menuju table yang lebih rumit dan ruwet nantinya. Sebelum saya teruskan, saya menyarankan untuk membuat table hanya untuk tabel. Jangan gunaka table sebagai layout web. Selain memberatkan, juga tidak efektif. Saya masih melihat banyak template-template web yang keren-keren menggunakan table. Ini tentunya sangat tidak sehat bagi kecepatan load web anda. So, gunakan table untuk tabel saja. Ada 3 komponen utama dalam pembuatan tabel yaitu: – Penanda table – Penanda baris – Penanda kolom
Dan inilah contoh sebuah table sederhana dengan 3 kolom dan 2 baris:
Kolom 1 Baris 1 Kolom 2 Baris 1 Kolom 3 Baris 1
Kolom 1 Baris 2 Kolom 2 Baris 2 Kolom 3 Baris 2
Hasilnya akan seperti ini: Kolom 1 Baris 1 Kolom 2 Baris 1 Kolom 3 Baris 1 Kolom 1 Baris 2 Kolom 2 Baris 2 Kolom 3 Baris 2 Anda paham bagaimana cara membuatnya bukan? Untuk mempermudah membuat table, saya biasanya pakai rumus ini: 1. Saya tulis dulu tablenya seperti ini:
2. Saya masukkan barisnya. Misalnya kita mau bikin 2 baris, maka saya tinggal pasang 2 tag TR seperti ini:
3. Sekarang tinggal masukkan kolomnya aja di tiap baris seperti ini:
Baris kedua saya biarkan agar anda bisa fokus di baris pertama dulu. 4. Terakhir memasukkan isi kolomnya
Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3
Selesai deh! Mudah sekali bukan? Insya Allah artikel berikutnya kita akan bahas tabel yang lebih rumit lagi. Sampai jumpa nanti ya

Membuat Text Mengalir di sekeliling Gambar

Ada kalanya kita ingin membuat seperti di majalah-majalah dimana text mengalir di sekeliling gambar. Mungkin akan lebih jelas jika saya tunjukkan gambar ini: Bagaimana caranya? Kita akan memasukkan style CSS ke dalam kode gambar sehingga bisa melakukan aneka macam modifikasi. Insya Allah nanti di bagian CSS kita akan pelajari semua lebih rinci. Karena artikel ini bertujuan untuk membuat text yang mengalir di sekeliling gambar, maka kita bahas bagian itu saja dulu ya. Untuk menambah CSS di kode HTML, kita cukup menambahkan atribut style saja. Sehingga hasilnya seperti ini: Ini Gambarku Perhatikan, ada tambahan style="float:right" pada atribut images-nya. Pada contoh diatas, saya buat gambar ada di sebelah kanan dan text mengalir di sebelah kirinya. Apabila ingin gambarnya di kiri dan text di kanan, maka kita cukup mengganti kata right dengan left. Gambar bukan? Contohnya seperti ini: Ini Gambarku Bisa dimengerti kan?

memasukan gambar di html :))

Jika sebelumnya kita membahas bagaimana memformat text di HTML, maka sekarang kita akan coba ke teknik yang cukup sering kita pakai juga yaitu bagaimana memasukkan gambar ke dalam HTML Ada 2 tahap untuk memasukkan gambar dalam HTML yaitu: Menentukan lokasi gambar Memasang kode gambar Lokasi gambar adalah folder dimana gambar itu diletakkan berdasarkan letak file HTML yang mengaksesnya. Misalnya file html-nya ada di folder c:\website dan gambarnya ada di folder c:\website\images dengan nama gambarku.jpg maka berarti lokasi file gambarnya adalah c:\website\images\gambarku.jpg dan nanti di kode HTML-nya kita tulis seperti ini: images/gambarku.jpg Kemudian untuk memunculkan gambar, kita letakkan kode ini di file HTML: TEXT ALTERNATIF LOKASI GAMBAR = lokasi dimana gambar itu berada lengkap dengan nama gambarnya TEXT ALTERNATIF = Text yang muncul jika gambar yang kita tampilkan tidak muncul Jika mengacu pada contoh diatas, berarti kodenya akan seperti ini: Ini Gambarku Sudah paham? Insya Allah di artikel mendatang kita bahas bagaimana melakukan modifikasi terhadap gambar kita ini babay :*

Rabu, 07 Januari 2015

saat pertama belajar html

pertama kali saya belajar htm yg saya ketahui adalah 


<html>

<head>

<title></title>

</head>

<body>

</body>

<html>


cuma itu tapi ternyata masih banyak rumus lagi .. untuk memperindah html ..